google.com, pub-1718669150125239, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Menu

Mode Gelap
Jelang Pilkada Mendatang Bawaslu Bungo Ingatkan Masyarakat Pahami Literasi Digital dan Cegah Hoax 3 Orang Tersangka Diamankan Polres Merangin Terkait Penembakan Salah Satu Warga Margo Tabir Merangin Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bungo Berganti Ini Motif Pelaku Bunuh Korban secara Sadis serta Kronologisnya yang Membuat Kepala Korban Dibuang Secara Terpisah Segerombolan Pemuda Kedapatan Membawa Sajam Diamankan Tim Patroli Polres Bungo

KRIMINAL · 18 Mar 2024 02:08 WIB ·

Terungkap Fakta-fakta Penyebab Kematian Tak Wajar Santri di Tebo


 Terungkap Fakta-fakta Penyebab Kematian Tak Wajar Santri di Tebo Perbesar

TEBO,BUNGOPOST.COM – Sebanyak 47 saksi telah diperiksa atas kasus kematian santri AH (13), Pondok Pesantren Raudhatul Mujawwidin Kabupaten Tebo, Jambi. Tim asistensi Ditreskrimum Polda Jambi sudah turun untuk membantu penanganan perkara di Polres Tebo.

47 Saksi Diperiksa, Kabid Humas Polda Jambi Kombes Mulia Prianto menerangkan saksi yang telah diperiksa terdiri dari pengurus pondok pesantren, teman korban, dan dokter.

“Jumlah saksi yang telah diperiksa ada 47 orang, yang terdiri dari 36 santri, 9 pengurus pondok, 1 orang dokter klinik, 1 orang dokter forensik,” ujar Mulia, Minggu (17/3/2024).

Mulia membeberkan sejak kasus tersebut dilaporkan tim penyidik dan dokter forensik telah melakukan ekshumasi terhadap jasad korban pada Senin (20/11/2023) atau berselang 6 hari dari waktu kejadian Selasa (14/11/20224).

“Pada 6 Desember keluar hasil ekshumasi tersebut. Hasilnya, diduga penyebab kematian korban karena patah tengkorak dan pendarahan di otak,” terangnya.

“menambahkan seiring dengan keluarnya hasil autopsi, pihaknya terus melakukan pendalaman terhadap kasus santri tersebut. Selanjutnya, penyidik menaikkan status perkara ke penyidikan.

Saat ini, tim Ditreskrimum Polda Jambi telah turun melakukan asistensi atau pendampingan penanganan kasus ke Polres Tebo. Dalam waktu dekat, tim akan melakukan gelar perkara di Polda Jambi.

“Tim Ditreskrimun sudah ke Polres Tebo untuk melakukan asistensi, tim terdiri dari penyidik PPA dan Wassidik,” jelasnya.

Mulia menyebutkan belum adanya tersangka dalam kasus ini dikarenakan penyidik butuh ketelitian untuk mendalami kematian santri di Tebo tersebut dan pengumpulan saksi dan bukti yang membutuhkan waktu.

“Sebenarnya ini masih pendalaman saksi, jadi penyidik harus teliti, detail, jelas dan pasti. Karena banyak saksi yang diperiksa sehingga butuh waktu. Nanti update kitakabari lagi,”ungkapnya.

Pengacara kondang Hotman Paris memberikan pendampingan hukum terhadap keluarga santri AH (13) yang meninggal dengan kondisi tak wajar di Pondok Pesantren Raudhatul Mujawwidin Kabupaten Tebo, Jambi.

“Tim Hotman 911 memberikan bantuan hukum! Anaknya meninggal di Pesantren Jambi,” kata Hotman Paris dalam unggahan di Instagramnya, Sabtu (16/3/2024).

Dalam postingan video lainnya, Hotman menyebut sudah berkomunikasi dengan dokter yang melakukan autopsi korban. Penyebab kematian korban karena luka benda tumpul yang mengakibatkan patah tulang tengkorak, rusuk, dan tulang bahu.

“Sedangkan yang disebarkan seolah-olah aliran listrik. Tidak mungkin sengatan listrik menyebabkan patah tengkorak, patah tulang, dan rusuk,” ujarnya.

Kebelumnya, diketahui peristiwa itu terjadi pada Selasa (14/11/2023) silam. Orde Prianata selaku Pengacara Korban dari Tim 911 Hotman Paris menceritakan saat hari kejadian, korban sempat menelepon orang tuanya pada sore hari.

“Sebelum kejadian sempat teleponan dengan anak ini (korban) kebetulan yang mengangkat itu mamaknya. Setiap hari Rabu ada pertemuan terus di Pesantren,” katanya dilansir dari detikSumbagsel, Kamis (14/3/2024).

Saat berhubungan telepon, orang tua korban tidak menaruh curiga. Begitu pula, sang anak tidak menceritakan adanya masalah di ponpes.

Namun, sang anak menyebut akan memberi kejutan kepada orang tua. Kejutan itu rencananya akan diberi tahu esok hari saat pertemuan mingguan di pesantren.

“Saya ada kejutan kata anaknya. Kejutan apa? Mungkin bapaknya merasa kejutan dia dapat nilai (bagus) atau apa. Jadi nggak dihiraukan sama bapaknya,” sebut Orde menceritakan kronologi dari keluarga korban.

Namun, pada malam harinya, sang ayah diberitahu tetangganya melalui telepon bahwa ada santri yang meninggal dunia. Ayah korban pun terkejut mencari tahu dengan menghubungi guru korban, namun berulang kali teleponnya tidak diangkat.

“Terus ditelepon lagi tetangganya ini untuk menanyakan siapa yang meninggal? Dibilanglah sama tetangganya ini yang meninggal anak sampean (kamu),” jelasnya.

Kabar itu tentunya mengejutkan ayah korban. Ia masih tidak terima dengan kabar duka itu. Tak lama, guru korban menelepon memberi kabar bahwa anaknya meninggal dunia di loteng gedung pesantren.

“Setelah itu ada gurunya yang lain menelpon bahwa anaknya meninggal dunia, sudah dimandikan dan dikafani nanti diantar ke rumah duka, begitu,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 267 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ini Motif Pelaku Bunuh Korban secara Sadis serta Kronologisnya yang Membuat Kepala Korban Dibuang Secara Terpisah

13 Juni 2024 - 02:43 WIB

Pembunuh Mayat tanpa Kepala Berhasil Diringkus Polisi, Pelaku sebut Kepala Korban dalam Kantong Kresek Juga Dibuang Ke Sungai

11 Juni 2024 - 06:46 WIB

Dugaan Sementara, Pelaku Pembunuhan Hingga Mayatnya Ditemukan tanpa Kepala Dibunuh oleh Tetangganya

10 Juni 2024 - 05:28 WIB

Ini Hasil Identifikasi Mayat Laki-laki Ditemukan Warga Tanpa Kepala

10 Juni 2024 - 05:24 WIB

Polisi Bekuk Pelaku Perampokan di Toko Pupuk Rizki Kuamang Kuning

4 Juni 2024 - 01:51 WIB

Disinyalir Jadi Tempat Konsumsi Narkoba, Polres Bungo gelar Razia di 3 Kampung dalam Kecamatan Bathin III

28 Mei 2024 - 15:42 WIB

Trending di BUNGO