MUARABUNGO,BUNGOPOST.COM – Setelah memberikan pembekalan Kukerta Integrasi Berdampak, Universitas Muara Bungo (UMB) secara resmi melepas 206 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Periode XXVI Tahun 2026, Kamis (5/2/2026). Para mahasiswa tersebut akan melaksanakan pengabdian masyarakat di 11 posko yang tersebar di Kabupaten Bungo, Merangin, dan Tebo.
Pelepasan mahasiswa Kukerta ini dihadiri Rektor UMB Dr. Syafrialdi, S.Pi., M.Si, Wakil Rektor I Subagiono, S.P., M.P, unsur pimpinan universitas, Ketua Yayasan Pendidikan Mandiri Muara Bungo yang diwakili Bendahara Yayasan H. Rendhi Zilfiando, S.E., M.M, Pengurus Harian Yayasan Ahsan Jani, S.Ag, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Bungo H. Dedy Irawan, S.E., M.M selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah. Turut hadir perwakilan Kodim 0416/Bute, Polres Bungo, serta sivitas akademika UMB.
Dalam sambutannya, Rektor UMB Dr. Syafrialdi menegaskan bahwa Kukerta bukan sekadar program akademik rutin, melainkan wahana untuk mengintegrasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—secara nyata dan berdampak, sejalan dengan arah kebijakan Diktisaintek Berdampak.
“Kukerta menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mentransfer ilmu sesuai bidang keilmuannya sekaligus menyerap realitas sosial masyarakat. Di lapangan, mahasiswa dituntut mampu mengelola diri, beradaptasi, dan membangun solusi bersama masyarakat,” ujar Syafrialdi.
Sebelumnya, UMB telah memberikan pembekalan Kukerta Integrasi Berdampak yang dikoordinasikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) di bawah pimpinan Heriyanto, S.Kom., M.Kom, bersama Ketua Panitia Kukerta Fikriman, S.Pt., M.Si. Pembekalan ini menekankan kesiapan akademik, sosial, dan etika mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat.
Prosesi pelepasan mahasiswa Kukerta Integrasi Berdampak UMB ditandai dengan penyerahan bibit pohon kelapa kepada 11 posko Kukerta, sebagai simbol komitmen kepedulian lingkungan dan kontribusi berkelanjutan di lokasi pengabdian.












