google.com, pub-1718669150125239, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Menu

Mode Gelap
Rumah Warga Dusun Sungai Lilin Dibongkar Maling, Uang Tunai dan Barang Berharga Lainnya Lenyap Sensus Ekonomi Dimulai, Bupati Bungo Tekankan Petugas dan Masyarakat Sampaikan Data yang Jujur dan Akurat Stok Buku Nikah Kosong, 12 Pasangan Nikah di Jujuhan Hanya Diberi Suket Pemkab Bungo Kembali Raih Opini WTP, Bupati Bungo: Jadi Motivasi Pengelolaan Keuangan Daerah yang Lebih Baik Baru 10 Kepala Sekolah SD dan SMP yang Resmi Dilantik oleh Sekda Bungo

BERITA · 19 Nov 2024 00:09 WIB ·

PGRI Diduga Jadi Alat Politik Kadis Pendidikan Bungo untuk Paslon 02, Ini Pernyataan Martunis


 PGRI Diduga Jadi Alat Politik Kadis Pendidikan Bungo untuk Paslon 02, Ini Pernyataan Martunis Perbesar

MUARABUNGO,BUNGOPOST.COM- Ajang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bungo tanpaknya ternodai oleh tindakkan indisipliner dari oknum ASN Pemda Bungo. Terutama di tubuh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bungo.

PGRI Bungo diduga kuat dijadikan alat politik Kepala Dinas Pendidikan Bungo Endi, S.Pd,.MM untuk memenangkan Calon Bupati Bungo nomor urut 2 Jumiwan-Maidani.

Salah satu guru yang meminta identitasnya di sembunyikan menyampaikan kepada awak media. Dirinya dan sejumlah guru di arahkan untuk mendukung paslon nomor urut 2. Bahkan menurutnya Kepala Dinas Pendidikan dan beberapa pengurus PGRI tidak segan-segan menegur kepala sekolah, guru maupun tenaga honorer yang terdapat salah satu keluarganya mendukung paslon 01 Dedy-Dayat.

Seorang guru senior ini menyayangkan tindakan petinggi PGRI Bungo yang menjadikan organisasi PGRI sebagai alat politik untuk kepentingan pribadi. “Kami ko susah nak ngomong, isu-isu intimidasi itu memang benar, termasuk di tubuh PGRI. Agenda-agenda PGRI disusupi pesan-pesan politik yang mengarahkan ke salah satu calon,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini. Ketua Koalisi Partai Pengusung Dedy-Dayat, Martunis, A.Md mengingatkan agar Kepala Dinas Pendidikan Bungo, Endi, S.Pd untuk mematuhi aturan dan tidak menjadikan PGRI sebagai alat politik.

“Kami terus memantau, pengaduan-pengaduan dari masyarakat juga terus kita terima. Ingat ada banyak mata dan telinga yang mengawasi. Jangan ciderai demokrasi di Bungo dengan tindakan yang merusak pemilu hanya untuk kepentingan pribadi,” tegas Martunis.

Endi sendiri baru di angkat sebagai Kepala Dinas Pendidikan pada 14 Juni 2024 oleh Bupati Bungo H Mashuri. Dirinya terpilih sebagai Ketua PGRI Bungo setelah menjabat Kepala Dinas Pendidikan.

Sementara Masrizal Tim Hukum Dedy-Dayat menambahkan. Dirinya mengingatkan kepada Kepala Dinas Pendidikan serta pengurus PGRI lainnya, maupun ASN, kepala desa dan perangkat, BPD, ketua RT, ketua RW, ketua LPM, BUMD maupun tenaga honorer untuk tidak terlibat politik praktis dengan mendukung, mengkampanyekan dan mengajak orang lain memilih salah satu paslon.

“Putusan MK jelas bahwa siapapun seperti yang di sebut di atas terlibat, maka sangsinya pidana serta denda. Jadilah abdi negara yang patuh terhadap aturan, jangan jadikan jabatan sebagai tameng untuk menakut-nakuti bawahan, menginterpensi hanya untuk kepentingan jabatan pribadi,” tegas Masrizal.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ketua SMSI Bungo : Jadikan Tahun Baru Islam Wadah Berbenah Diri

15 Juni 2026 - 01:18 WIB

Ketua DPRD Bungo Dampingi Bupati Terima Penghargaan Opini WTP

3 Juni 2026 - 02:16 WIB

Evakuasi Alat Berat Hasil Razia PETI oleh Jajaran Polres Bungo sempat Dihadang Warga

30 April 2026 - 17:07 WIB

Dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Bungo, HUT ke-48 Dusun Bukit Sari berlangsung Meriah

13 April 2026 - 15:58 WIB

Respons Cepat Polsek Bathin II Babeko Tangani Penemuan Mayat di Sungai Batang Tebo

8 April 2026 - 15:41 WIB

Guna Tingkatkan Kinerja Polri dan Penyegaran Organisasi, Kapolri Rotasi 54 Personel

1 Maret 2026 - 17:56 WIB

Trending di BERITA