MUARABUNGO,BUNGOPOST.COM – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bungo sejak Rabu (13/5/2026) mengakibatkan sejumlah daerah dilanda banjir dan tanah longsor. Berdasarkan data jajaran Polres Bungo, ratusan rumah warga terdampak dan dua anak dilaporkan meninggal dunia akibat longsor di Kecamatan Tanah Sepenggal.
Bencana longsor terjadi di RT 01 Kampung Kerikil, Desa Sungai Arang, wilayah hukum Polsek Muara Bungo. Material berupa tanah, batu dan pohon longsor di pinggir rumah warga. Petugas bersama masyarakat masih melakukan pembersihan menggunakan alat berat.
Sementara itu, banjir merendam sejumlah desa di Kecamatan Muko-Muko Bathin VII. Di Desa Pekan Jumat, sebanyak 30 rumah milik warga terdampak dengan ketinggian air mencapai 100 hingga 150 sentimeter. Sedangkan di Desa Bedaro, sekitar 460 rumah warga turut terendam dengan debit air mencapai 50 hingga 70 sentimeter.
Hingga kini air masih terus bertambah akibat hujan yang belum reda.
Banjir juga terjadi di Desa Leban, Kecamatan Rantau Pandan, dengan sekitar 250 rumah dan 200 kepala keluarga terdampak. Ketinggian air mencapai satu meter, namun pada Rabu malam debit air mulai berangsur surut.
Di wilayah Polsek Tanah Sepenggal Lintas, banjir merendam sekitar 50 rumah warga di Kampung Payo Gedang RT 03 Desa Sungai Lilin. Bahkan akses jalan menuju lokasi tidak dapat dilalui kendaraan akibat tingginya genangan air.
Peristiwa paling tragis terjadi di Dusun Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal. Tanah longsor menimbun sebagian rumah milik warga bernama Yukamri pada Rabu siang sekitar pukul 12.30 WIB.
Akibat kejadian tersebut, seorang ibu rumah tangga bernama Suryani mengalami luka berat dan patah kaki. Dua anak korban ikut tertimbun longsor. Arya (10), pelajar kelas 4 SD, ditemukan meninggal dunia di bawah timbunan tanah. Sedangkan Revita (5) sempat dievakuasi dalam kondisi kritis dan dilarikan ke RSUD Muara Bungo, namun akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan.
Kasi Humas Polres Bungo, Iptu Bambang JM menerangkan, pihak kepolisian bersama instansi terkait masih terus melakukan penanganan di lokasi terdampak bencana.
“Personel Polres Bungo bersama Polsek jajaran terus siaga melakukan evakuasi, pengamanan serta membantu masyarakat yang terdampak bencana alam akibat curah hujan tinggi di wilayah Kabupaten Bungo,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan BPBD, TNI dan pemerintah daerah untuk mempercepat proses evakuasi korban, pembersihan material longsor serta pengamanan di lokasi bencana.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir dan longsor susulan, terutama bagi warga yang berada di bantaran sungai dan daerah perbukitan,” tambahnya.
Saat ini aparat gabungan masih melakukan pendataan terhadap warga terdampak serta memantau perkembangan debit air di sejumlah wilayah Kabupaten Bungo.












