google.com, pub-1718669150125239, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Menu

Mode Gelap
Kecelakaan Maut Antara Inova Zenix vs Motor NMAX, Dua Pemotor Tewas Ditempat Wakil Bupati Bungo Kembali Melantik Kepala Sekolah, Berikut nama-namanya Enam Orang Pekerja Penambang Ilegal “Lubang Jarum” Diamankan Satreskrim Polres Bungo Waldi, Oknum Mantan Polisi Pembunuh Dosen di Bungo Divonis Hakim Hukuman Seumur Hidup Wakil Bupati Bungo Melantik Sejumlah Pejabat Eselon IV Berikut Nama-namanya

PENDIDIKAN · 3 Agu 2026 09:34 WIB ·

Kolaborasi UNAMA dan Kemendikti Saintek: Transformasi Digital Bawa Produk Sabun UMKM Batanghari River Siap Tembus Pasar Nasional


 Kolaborasi UNAMA dan Kemendikti Saintek: Transformasi Digital Bawa Produk Sabun UMKM Batanghari River Siap Tembus Pasar Nasional Perbesar

Kota Jambi – Universitas Dinamika Bangsa (UNAMA) kembali mempertegas komitmennya dalam memberdayakan perekonomian lokal melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kali ini, sinergi yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) tahun pendanaan 2026 ini menyasar UMKM Sabun Batanghari River yang berlokasi di Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi. Program inovatif ini bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja produksi, manajemen keuangan, hingga daya saing pemasaran melalui digitalisasi terpadu.

Foto bersama tim pengabdian UNAMA

Tim pengabdian ini dikomandoi oleh Irfan Hassandi, selaku Ketua Pengusul, bersama dua anggota pelaksana lainnya, yakni Mardiana. R (pakar Manajemen Keuangan) dan Widyadhana Candraningtias (pakar Manajemen Operasional). Turut serta dalam menyukseskan program ini adalah dua mahasiswa UNAMA, yakni Putri Indri Fitria Ningrum dan Reynhard Laurent Yunata.

Dalam pelaksanaannya, tim UNAMA mengidentifikasi kendala utama mitra yang masih memproduksi sabun pembersih secara manual dan belum memiliki pencatatan keuangan maupun strategi pemasaran digital yang memadai. Menyikapi hal tersebut, UNAMA menghadirkan dukungan bahan baku berupa ethanol, serta solusi teknologi alat produksi seperti mesin pengaduk sabun dan cairan, mesin pengaduk dengan rangka, bor listrik untuk modifikasi pengadukan benih sabun, mesin pump untuk memindahkan cairan, drum tangki multifungsi untuk pengadukan dan penyimpanan, hingga penyediaan botol packing untuk kemasan baru.

Penggunaan teknologi untuk penunjang produksi Batanghari River

Ketua Tim Pengabdian, Irfan Hassandi, menekankan pentingnya membangun identitas merek di era disrupsi digital saat ini. “Pemasaran di era sekarang menuntut UMKM untuk lebih melek digital. Melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan konten di platform TikTok, Instagram, hingga ekspansi ke e-commerce Shopee, kami ingin Sabun Batanghari River memiliki identitas merek yang kuat. Redesain menggunakan botol packing untuk kemasan baru juga kami lakukan agar produk ini memiliki visual menarik yang kompetitif di kancah nasional,” ungkap Irfan.

Dari sisi pengelolaan finansial, pencatatan keuangan yang kerap bercampur dengan kebutuhan pribadi menjadi perhatian khusus. Menanggapi hal tersebut, Mardiana. R memberikan edukasi intensif terkait pemisahan aset serta implementasi pencatatan keuangan berbasis digital. “Aspek krusial yang sering menjadi batu sandungan UMKM adalah manajemen kas dan perhitungan biaya. Melalui pelatihan penggunaan software MYOB, kami membekali pelaku usaha agar mampu mencatat transaksi secara rapi, menyusun laporan keuangan rutin bulanan, dan menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) secara presisi agar margin usaha lebih optimal,” papar Mardiana.

Lebih lanjut, untuk memastikan kelancaran rantai pasok dan kualitas, pembenahan pada lini operasional juga dilakukan oleh Widyadhana Candraningtias. Ia menjelaskan bahwa intervensi teknologi tepat guna akan mendongkrak efisiensi secara signifikan. “Secara operasional, kami mengevaluasi inefisiensi akibat pengerjaan yang serba manual. Dengan pengadaan alat seperti mesin pengaduk berkerangka, modifikasi bor listrik, serta mesin pump pemindah cairan, kita tidak hanya mempercepat proses produksi sabun, tetapi juga memproyeksikan lonjakan kapasitas hingga 15-20 persen dengan proses yang lebih termanajemen dengan baik,” jelas Widyadhana.

Pemilik UMKM Sabun Batanghari River, M. Arif Zuhri R., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya program pengabdian masyarakat ini. Pihaknya merasa sangat terbantu dengan pasokan ethanol, pengadaan peralatan canggih, serta serangkaian pendampingan berkelanjutan yang diberikan, mulai dari cara berpromosi kekinian hingga pencatatan sistem keuangan secara akurat.
Melalui dukungan penuh dari Kemendikti Saintek, UNAMA berharap UMKM Sabun Batanghari River dapat menjadi percontohan bagi industri mikro lainnya di Provinsi Jambi. Integrasi ekosistem manufaktur yang modern dan transformasi digital ini diyakini mampu menaikkan kelas UMKM secara mandiri, sekaligus menopang laju pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di tingkat lokal.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mobil Praktik TKR dari Bupati Bungo untuk SMKN 8 Bungo Dilengkapi dengan Teknologi dan Fitur Modern

1 Agustus 2026 - 05:59 WIB

Wakil Bupati Bungo Kembali Melantik Kepala Sekolah, Berikut nama-namanya

27 Juli 2026 - 03:42 WIB

MPLS Ramah 2026 di SMKN 8 Bungo Sukses Digelar

19 Juli 2026 - 16:19 WIB

Penerimaan Murid Baru di SMKN 8 Bungo Meningkat dari Tahun Sebelumnya

10 Juli 2026 - 06:56 WIB

Baru 10 Kepala Sekolah SD dan SMP yang Resmi Dilantik oleh Sekda Bungo

2 Juni 2026 - 07:18 WIB

Tanamkan Nilai Disiplin Sejak Dini pada Anak-anak, Satbinmas Polres Bungo Sosialisasi Stop Bullying di SDN 88/ II Sungai Mengkuang

2 Juni 2026 - 06:44 WIB

Trending di PENDIDIKAN