MUARABUNGO,BUNGOPOST.COM _ Mendapatkan program revitalisasi pada satuan pendidikan, TK Pertiwi Rantau Pandan yang merupakan salah satu TK dalam kabupaten Bungo penerima bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat yang bersumber dari dana APBN dengan pagu senilai Rp.433 juta ( 433.671.000) untuk pembangunan ruang kelas belajar.
Namun, dipenghujung pembangunannya, TK Pertiwi Rantau Pandan ini mendapat banyak sorotan dari kalangan masyarakat setelah muncul mengenai dugaan ketidaksesuaian antara nilai anggaran proyek dan kondisi fisik bangunan serta hasil pekerjaan di lapangan deadline pengerjaan yang hanya tinggal sembilan hari lagi.
Pantauan media ini dilapangan dan beberapa warga serta pihak yang mengamati pelaksanaan proyek tersebut mempertanyakan kualitas hasil pekerjaan yang dinilai perlu dievaluasi lebih lanjut guna memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis dan anggaran yang telah ditetapkan.

Bentuk plaster dinding luar yg dibuat secara tergesa-gesa
Terlihat saat ini pengerjaan dalam tahap pemasangan rangka atap dan dek ( plafon ) dan mulai memasang keramik lantai luar namun sementara pekerjaan lantai dalam, pintu, jendela dan pengecatan belum dilakukan serta pengacian bagian luar belakang juga belum.
Sementara batas waktu pengerjaan hanya tinggal sembilan hari lagi sampai dengan tanggal 11 Oktober 2026, membuat pengerjaan bangunannya dikebut dan agak tergesa-gesa sehingga kualitas bangunan kurang maksimal.
Menanggapi persoalan tersebut, tokoh masyarakat setempat meminta instansi pengawas untuk melakukan penelusuran secara objektif dan menyeluruh.
“Kami berharap seluruh proses penggunaan dapat dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. Jika memang terdapat ketidaksesuaian, maka perlu dilakukan pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku. Sebaliknya, apabila pelaksanaan proyek telah sesuai aturan, hal tersebut juga perlu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Menurutnya, anggaran yang dialokasikan untuk sektor pendidikan harus mampu memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik dan lingkungan sekolah. Oleh karena itu, setiap kegiatan yang menggunakan dana negara perlu dapat dipertanggungjawabkan baik secara administratif maupun fisik. Kondisi bangunan baru di sekolah diperlukan pengawasan ketat agar tidak melenceng dari RAB
Kepala TK Pertiwi Rantua Pandan IDA selalu penanggungjawab mengaku optimis bisa selesai tepat waktu sesuai dengan schidulle pelaksanaan yang dipastikan deadlinenya hingga tanggal 11 Oktober 2026 ( 9 Hari ) kedepan ” Kami optimis bisa selesai tepat waktu sesuai jadwal pak ” tutur Ida kepala TK Pertiwi Rantau Pandan
Selain itu, ia juga mengaku menggunakan pekerja dari luar daerah yakni dari pulau Jawa dikarenakan tukang lokal tidak tersedia karena lebih memilih jadi pekerja Penambang ” Benar tukangnya dari pulau Jawa,mereka sudah berpengalaman untuk pembangunan revitalisasi, ujarnya.
Menurut pengakuan pekerja bangunan dari pulau Jawa mereka menerima upah secara hitungan kerja harian bukan borongan.
“Karena saya kepala tukang, biaya hariannya Rp 250.000, kalau anggota bervarian tergantung keahlian ada yang Rp 150.000 dan ada yang lebih, sebutnya.
Diminta kepada konsultan pengawas lebih meningkatkan pengawasan agar swakelola revit di Kabupaten Bungo dapat berjalan sesuai harapan dan prinsip swakelola serta tidak melenceng dari RAB, serta bangunan yang dikerjakan tidak asal jadi.















