google.com, pub-1718669150125239, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Menu

Mode Gelap
Sensus Ekonomi Dimulai, Bupati Bungo Tekankan Petugas dan Masyarakat Sampaikan Data yang Jujur dan Akurat Stok Buku Nikah Kosong, 12 Pasangan Nikah di Jujuhan Hanya Diberi Suket Pemkab Bungo Kembali Raih Opini WTP, Bupati Bungo: Jadi Motivasi Pengelolaan Keuangan Daerah yang Lebih Baik Baru 10 Kepala Sekolah SD dan SMP yang Resmi Dilantik oleh Sekda Bungo Pilrio Rantau Ikil Kecamatan Jujuhan, Supriadi Maju Melawan Kotak Kosong

BUNGO · 14 Jan 2026 03:44 WIB ·

Tak Kunjung Ditindak, Belasan Rakit PETI Beroperasi di Dusun Tanah Periuk dan Tanah Bekali


 Tak Kunjung Ditindak, Belasan Rakit PETI Beroperasi di Dusun Tanah Periuk dan Tanah Bekali Perbesar

MUARABUNGO – Belasan rakit Dongfeng Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di pinggir maupun Sungai Batang Tebo, tepatnya di Dusun Tanah Periuk dan Dusun Tanah Bekali, masih terus beroperasi tanpa adanya penindakan dari Aparat Penegak Hukum (APH).

Kondisi ini, selain menimbulkan kerusakan lingkungan yang serius, juga membuat warga khususnya yang tinggal di pinggir sungai merasa resah. Bunyi mesin Dongfeng yang bising hingga air sungai yang keruh pekat, semakin menambah keresahan warga.

Subhan, warga Dusun Tanah Periuk kepada media ini mengungkapkan keresahannya terkait aktivitas PETI yang terus beroperasi di Sungai Batang Tebo.

“Sekarang untuk tidur siang saja kami terganggu dengan bunyi mesin Dongfeng yang sangat bising, apalagi kalau malam. Dan yang paling kami sesalkan, rakit Dongfeng ini juga kerap beroperasi saat waktu ibadah magrib,” akunya, Rabu (14/1/2026).

Hamdan juga menyayangkan kondisi air Sungai Batang Tebo yang semakin keruh pekat. Selain tidak bisa digunakan untuk kebutuhan sehari, air sungai yang keruh ini juga berpotensi menimbulkan penyakit.

“Dulu, kami masih bisa menggunakan air sungai untuk dimasak. Kini, untuk mandi saja kami sudah tidak berani lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ari Jabe pemuda setempat mendesak Pemda Bungo dan APH yang tergabung dalam Satgas Zero PETI untuk segera melakukan penindakan aktivitas PETI di Sungai Batang Tebo Tanah Periuk dan Tanah Bekali.

“Jangan tunggu viral dulu baru bertindak, Pak. Jangan tunggu alam ini hancur baru mulai peduli. Bungo butuh pemimpin dan APH yang tegas dan berani menindak aktivitas ilegal,” tegasnya.

Ari Jabe juga menyayangkan terkait namanya yang catut oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan dari aktivis PETI di Tanah Bekali dan Tanah Periuk.

“Beberapa hari lalu, saya dapat kabar yang tidak mengenakkan. Nama saya dicatut seolah-olah dapat uang setoran keamanan dari PETI itu,” ucapnya.

“Melalui media ini saya tegaskan bahwa kabar itu sama sekali tidak benar. Saya minta APH segera menyelidiki terkait uang seorang keamanan ini. Dari siapa untuk siapa dan siapa saja yang terlibat?. Tolong tindak tegas!,” tuntasnya.

Artikel ini telah dibaca 136 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sensus Ekonomi Dimulai, Bupati Bungo Tekankan Petugas dan Masyarakat Sampaikan Data yang Jujur dan Akurat

17 Juni 2026 - 06:48 WIB

Stok Buku Nikah Kosong, 12 Pasangan Nikah di Jujuhan Hanya Diberi Suket

11 Juni 2026 - 06:09 WIB

Polisi Respon Layanan 110 Terkait Laka di Simpang Drum Bungo yang Diduga Pengemudi Mobil Mabuk Minol

11 Juni 2026 - 02:40 WIB

Polres Bungo dan Polsek Jajaran Gelar PKM, Wujudkan Keamanan dan Kelancaran Aktivitas Masyarakat Pagi Hari

11 Juni 2026 - 02:30 WIB

Pelecehan Seksual yang Dilakukan YP terhadap AK di Pelepat Ilir Berakhir Damai

9 Juni 2026 - 15:47 WIB

Satbinmas Polres Bungo Gelar Pelatihan Fungsi Teknis Binmas untuk Tingkatkan Profesionalisme Bhabinkamtibmas

2 Juni 2026 - 07:23 WIB

Trending di BUNGO