BUNGO,BUNGOPOST.COM –Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 di SMKN 8 Bungo berlangsung sukses selama lima hari.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, edukatif, dan humanis dengan menempatkan penguatan karakter sebagai prioritas utama bagi peserta didik baru.
SMKN 8 Bungo yang berlokasi di Dusun Rantau Keloyang Kecamatan Pelepat ini menjadi langkah awal bagi ratusan siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah, budaya belajar, tata tertib, serta berbagai program unggulan yang akan mereka jalani selama menempuh pendidikan.
Keberhasilan pelaksanaan MPLS tidak terlepas dari kepemimpinan Kepala Sekolah Zulfa Susanti, S.Pd bersama seluruh panitia, guru, tenaga kependidikan, dan dukungan para siswa.
Selama lima hari, peserta didik mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, disiplin, tanggung jawab, serta semangat belajar sejak memasuki jenjang sekolah menengah kejuruan.
Pada hari pertama, sekolah secara resmi membuka pelaksanaan MPLS Ramah sebagai awal pengenalan lingkungan sekolah.
Memasuki hari kedua, diwarnai dengan senam ceria “Anak Indonesia Hebat” yang menghadirkan suasana penuh semangat dan kebersamaan..
Sementara itu, hari ketiga peserta didik dibekali nilai-nilai kepedulian sosial, saling menghormati, dan semangat tolong-menolong sebagai fondasi membangun hubungan yang harmonis di lingkungan sekolah
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mempererat kekompakan antarsiswa baru.
Kepala SMKN 8 Bungo Zulfa Susanti, S. Pd, yang akrab disapa Bu Zulfa , menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS Ramah mengedepankan prinsip pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, menyenangkan, serta menghormati hak-hak anak.
“Pelaksanaan MPLS Ramah Anak mengedepankan prinsip pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, menyenangkan, serta menghormati hak-hak anak,” ujarnya.
Ia menegaskan seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara edukatif dan humanis tanpa adanya perpeloncoan, kekerasan, intimidasi, maupun segala bentuk perundungan.
“Kami bersama panitia MPLS membangun karakter peserta didik agar memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, integritas, kepedulian, dan semangat belajar yang tinggi sejak awal memasuki jenjang pendidikan menengah kejuruan,” katanya.
Menurut Zulfa, melalui MPLS Ramah, sekolah ingin memastikan seluruh peserta didik baru mengenal budaya sekolah yang positif, memahami tata tertib, menghormati guru dan sesama teman, serta tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki motivasi untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Selama pelaksanaan MPLS, peserta didik menerima berbagai materi pengenalan lingkungan sekolah, mulai dari visi dan misi sekolah, tata tertib, program unggulan, kegiatan ekstrakurikuler, budaya literasi, hingga berbagai pembiasaan positif yang menjadi identitas SMKN 8.
Sebagai implementasi MPLS Ramah, sekolah juga memberikan pembekalan mengenai pencegahan perundungan (bullying), pendidikan karakter, etika bermedia digital, kesehatan mental, wawasan kebangsaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta penguatan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila.
(Irw)












