google.com, pub-1718669150125239, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Menu

Mode Gelap
Waldi, Oknum Mantan Polisi Pembunuh Dosen di Bungo Divonis Hakim Hukuman Seumur Hidup Wakil Bupati Bungo Melantik Sejumlah Pejabat Eselon IV Berikut Nama-namanya Konser Bull Unity Fest 2026 Siap Guncang Muara Bungo dengan For Revenge, Fell Koplo, dan Dongker Rumah Warga Dusun Sungai Lilin Dibongkar Maling, Uang Tunai dan Barang Berharga Lainnya Lenyap Sensus Ekonomi Dimulai, Bupati Bungo Tekankan Petugas dan Masyarakat Sampaikan Data yang Jujur dan Akurat

BUNGO · 8 Apr 2026 16:01 WIB ·

Pemda Bungo Melalui Dinas TPH-Bun menggelar Sosialisasi Peremajaan Kelapa Sawit


 Pemda Bungo Melalui Dinas TPH-Bun menggelar Sosialisasi Peremajaan Kelapa Sawit Perbesar

MUARABUNGO,BUNGOPOST.COM – Pemerintah Kabupaten Bungo melalui Dinas TPH dan Perkebunan Kabupaten Bungo menggelar Sosialisasi Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun Sumber Dana Badan Pengelola Dana Perkebunan, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan berlangsung di Aula Bappeda Bungo, secara langsung di buka oleh Bupati Bungo H. Dedy Putra. Turut dihadiri, Kabid Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Gapoktan Perkebunan kelapa sawit, dan undangan lainnya.

Plt. Kepala Dinas TPHBun Bungo, Ishak, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan peremajaan kelapa sawit pekebun merupakan kegiatan yang dana bersumber dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) salah satu badan layanan umum yang berada di bawah kementerian keuangan RI.

Dana yang di himpun dari pajak ekspor CPO selanjutnya dikelola oleh BPDPKS untuk pengembangan kelapa sawit, melalui kegiatan peremajaan, riset, penyediaan sarana dan prasarana (Sapras) hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM).

“ Melalui kegiatan peremajaan kebun kelapa sawit ini diharapkan kebun yang sudah berumur 25 tahun dapat mengikuti program ini. Hal itu, untuk memaksimalkan hasil Tandan Buah Segar (TBS),”ungkap Kadis TPH Bun, Ishak.

Ishak menjelaskan, mulai tahun 2024, besaran dana peremajaan yang diberikan kepada pekebun sebesar Rp60 juta per hektare.

Sejak tahun 2019 hingga 2025, melalui kegiatan peremajaan telah diremajakan kebun kelapa sawit milik pekebun di Kabupaten Bungo seluas 2.788 hektare, yang berada di Kecamatan Pelepat Ilir, Pelepat, Limbur Lubuk Mengkuang, Jujuhan, Bathin II Babeko, Bathin III Ulu, Bathin II Pelayang, dengan total dana yang telah disalurkan mencapai Rp82,95 Milyar.

Untuk kebun-kebun yang diremajakan tahun 2019 dan 2020 saat ini sudah berproduksi dan memberikan hasil yang cukup memuaskan dengan produktivitas rata-rata mencapai 22 ton/hektare per tahuntahun,”Kata Ishak.

Lebih lanjut, tahun 2026 ini, target peremajaan kelapa sawit pekebun di Kabupaten Bungo ditetapkan seluas 750 hektare, dengan sebaran calon lokasi berada di Kecamatan Pelepat Ilir, Pelepat, Limbur Lubuk Mengkuang, Tanah Tumbuh, dan Muko-muko Bathin VII.

Dengan terbitnya Permentan Nomor 05 tahun 2025 yang menjadi dasar dalam pelaksanaan kegiatan peremajaan kelapa sawit pekebun, maka acara sosialisasi ini menjadi hal penting agar kegiatan peremajaan dari tahap pengusulan, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang sesuai harapan,”Ungkapnya.

Di kesempatan sama, Bupati Dedy Putra, mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bungo menaruh perhatian penting terhadap upaya peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya melalui pengembangan sektor perkebunan kelapa sawit.

Sejalan dengan pengembangan komoditas kelapa sawit, di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bungo Tahun 2025-2029. Bupati mengungkapkan, juga telah mencanangkan 8 Program Unggulan Daerah, salah satunya adalah Program Sawit Rakyat (Prowitra).

Menurutnya, melalui program ini, pemerintah daerah mendorong penanaman kelapa sawit secara massif dan besar-besaran, dengan memfasilitasi pembukaan lahan (stking)acserta penyediaan bibit unggul dan pupuk secara gratis.

” Sosialisasi yang kita laksanakan pada hari ini, tentu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya kita bersama untuk mewujudkan Visi Kabupaten Bungo Tahun 2029 yaitu Mewujudkan Bungo sebagai Pusat Ekonomi, Pusat Pendidikan, dan Pusat Kesehatan Jambi Wilayah Barat, serta salah satu Misi Pembangunan Daerah yaitu Meningkatkan Perekonomian asyarakat melalui Pengembangan Mkonomi Kerakyatan Berbasis Potensi Unggulan,”Ujar Bupati.

Bupati berharap, petani pekebun di Kabupaten Bungo bisa memanfaatkan Program dari Pemerintah pusat tersebut.

” saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bungo untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada komoditas kelapa sawit. Kepada para narasumber, saya berharap dapat amemberikan pencerahan kepada para peserta sosialisasi, sehingga diharapkan adanya transfer ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat tentang pengelolaan kebun kelapa sawit di Kabupaten Bungo,”tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

TMMD Ke-129 Tak Hanya Bangun Desa, Kodim 0416/Bungo Tebo Salurkan 100 Paket Sembako

15 Juli 2026 - 10:36 WIB

PERANGI NARKOBA, JUDOL DAN GENG MOTOR! Kapolsek Bathin II Pelayang Satukan Guru hingga Pemuda Selamatkan Generasi Muda

15 Juli 2026 - 06:50 WIB

TMMD Ke-129 Resmi Dibuka, Dandim 0416/Bungo Tebo: Wujud Sinergi TNI, Pemerintah Daerah dan Masyarakat Bangun Desa

15 Juli 2026 - 06:25 WIB

59 Kepala Sekolah Resmi Dilantik oleh Bupati Bungo

13 Juli 2026 - 12:39 WIB

Turnamen Sepakbola Bupati Cup Dusun Lubuk Benteng Sukses Digelar, Sorak sorai Suporter di laga Final Menciptakan Atmosfer Luar Biasa

10 Juli 2026 - 14:24 WIB

Sat Intelkam Polres Bungo Raih Juara 1 Pelaporan Cepat melalui SIDASI

7 Juli 2026 - 04:28 WIB

Trending di BUNGO