google.com, pub-1718669150125239, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Menu ✖

Mode Gelap
Bupati Bungo Melalui Dinas TPH-Bun Serahkan Bantuan Alsintan dan Motor Sampah dari Rocky Candra untuk Masyarakat Tokoh Masyarakat Rantau Pandan Minta Kejaksaan Turun Langsung Cek Program Revit di TK Pertiwi Rantau Pandan Dibangun Asal Jadi dan Pemasangan Keramik yang Berantakan Kejari Bungo gelar Pemusnahan Barang Bukti dari 52 Perkara Tindak Pidana Umum Rp 6 Miliar Proyek Pembangunan Pedestrian Jalan Sri Soedewi Muara Bungo Fantastis! Deadline Tinggal 9 Hari, Proyek Revitalisasi TK Pertiwi Rantau Pandan Dikebut secara Tergesa-gesa

BUNGO · 14 Jan 2026 03:44 WIB ·

Tak Kunjung Ditindak, Belasan Rakit PETI Beroperasi di Dusun Tanah Periuk dan Tanah Bekali


 Tak Kunjung Ditindak, Belasan Rakit PETI Beroperasi di Dusun Tanah Periuk dan Tanah Bekali Perbesar

MUARABUNGO – Belasan rakit Dongfeng Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di pinggir maupun Sungai Batang Tebo, tepatnya di Dusun Tanah Periuk dan Dusun Tanah Bekali, masih terus beroperasi tanpa adanya penindakan dari Aparat Penegak Hukum (APH).

Kondisi ini, selain menimbulkan kerusakan lingkungan yang serius, juga membuat warga khususnya yang tinggal di pinggir sungai merasa resah. Bunyi mesin Dongfeng yang bising hingga air sungai yang keruh pekat, semakin menambah keresahan warga.

Subhan, warga Dusun Tanah Periuk kepada media ini mengungkapkan keresahannya terkait aktivitas PETI yang terus beroperasi di Sungai Batang Tebo.

“Sekarang untuk tidur siang saja kami terganggu dengan bunyi mesin Dongfeng yang sangat bising, apalagi kalau malam. Dan yang paling kami sesalkan, rakit Dongfeng ini juga kerap beroperasi saat waktu ibadah magrib,” akunya, Rabu (14/1/2026).

Hamdan juga menyayangkan kondisi air Sungai Batang Tebo yang semakin keruh pekat. Selain tidak bisa digunakan untuk kebutuhan sehari, air sungai yang keruh ini juga berpotensi menimbulkan penyakit.

“Dulu, kami masih bisa menggunakan air sungai untuk dimasak. Kini, untuk mandi saja kami sudah tidak berani lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ari Jabe pemuda setempat mendesak Pemda Bungo dan APH yang tergabung dalam Satgas Zero PETI untuk segera melakukan penindakan aktivitas PETI di Sungai Batang Tebo Tanah Periuk dan Tanah Bekali.

“Jangan tunggu viral dulu baru bertindak, Pak. Jangan tunggu alam ini hancur baru mulai peduli. Bungo butuh pemimpin dan APH yang tegas dan berani menindak aktivitas ilegal,” tegasnya.

Ari Jabe juga menyayangkan terkait namanya yang catut oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan dari aktivis PETI di Tanah Bekali dan Tanah Periuk.

“Beberapa hari lalu, saya dapat kabar yang tidak mengenakkan. Nama saya dicatut seolah-olah dapat uang setoran keamanan dari PETI itu,” ucapnya.

“Melalui media ini saya tegaskan bahwa kabar itu sama sekali tidak benar. Saya minta APH segera menyelidiki terkait uang seorang keamanan ini. Dari siapa untuk siapa dan siapa saja yang terlibat?. Tolong tindak tegas!,” tuntasnya.

Artikel ini telah dibaca 146 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bupati Bungo Melalui Dinas TPH-Bun Serahkan Bantuan Alsintan dan Motor Sampah dari Rocky Candra untuk Masyarakat

20 Oktober 2026 - 08:38 WIB

DPRD Bungo Menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam Rangka HUT Kabupaten Bungo Ke-61

19 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Tokoh Masyarakat Rantau Pandan Minta Kejaksaan Turun Langsung Cek Program Revit di TK Pertiwi Rantau Pandan Dibangun Asal Jadi dan Pemasangan Keramik yang Berantakan

16 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Kunjungi Bupati Bungo dalam Program Fellowship, Santri Kelas VII ICBS Gali Motivasi Belajar

16 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Musrenbangdus Berjalan Sukses, Pemdus Kuamang Berharap Usulannya Menjadi Landasan Pemerintah maupun Pokir Anggota DPRD

15 Oktober 2026 - 07:08 WIB

Kepala Dinas Kesehatan Turun Langsung Bagi-bagi Masker kepada Masyarakat Pengguna Jalan

14 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Trending di BUNGO