MUARABUNGO,BUNGOPOST.COM – Anggota DPRD Kabupaten Bungo Abdul Qodir Umar–AQUR meminta kepada pemerintah daerah untuk menelorkan program satu da’i satu desa dan pengajian antar Magrib – Isya.
Hal ini didasari rasa keprihatinan terhadap menurunnya prestasi Kabupaten Bungo pada helatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) yang menempati peringkat terakhir dari kabupaten/kota di Provinsi Jambi serta tantangan generasi muda yang semakin berat.
Langkah Pemerintah Kabupaten Bungo menempatkan peserta MTQ berasal dari putra putri daerah adalah langkah yang sangat tepat, namun hal itu belumlah cukup, melainkan harus lebih terarah dan terencana dengan menyemarakkan syiar Islam serta menumbuhkan gererasi Al Qur’an sejak dini kepada masyarakat.
“Kita sepakat tidak ada naturalisasi, peserta MTQ dari Kabupaten Bungo mutlak dari putra putri daerah. Action nyata yang terukur juga patut dilakukan,” ucap AQUR.
Dengan adanya da’i yang bertugas di semua desa serta terselenggaranya pengajian antara Magrib – Isya, lanjut AQUR, tentu nilai-nilai agama akan semakin tersyi’ar di Kabupaten Bungo serta prestasipun bisa lebih terangkat.
“Hidupnya pembelajaran dan pengajaran Al Qur’an itu akan menelorkan regenerasi Islami serta menciptakan kehidupan damai. Inilah cikal bakal para qori dan qoriah, mufassir, khottot dan khottotoh, hafidz dan hafidzah,” jelas Abdul Qodir Umar.
Bila Pemerintah Kabupaten Bungo tidak segera bersikap, maka pendidikan agama sejak dini di lingkungan masyarakat sulit tercipta.
Pendidikan Agama Islam penting, apalagi tantangan kedepan makin besar, baik dari kemajuan teknologi dan penyalahgunaan narkoba.
“Kita tidak bisa menolak perubahan dan transpormasi teknologi. Yang bisa kita lakukan adalah filterisasi generasi dengan pendidikan agama dan pendidikan Al Qur’an,” tegas politisi Demokrat dua periode itu.
Berhubung RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) dan Renstra belum final, maka AQUR meminta kepada Bupati Terpilih H Dedy Putra untuk memasukkan dua program tersebut.
‘Saya usul, agar program ini bisa diakomodir,” pungkas Bang AQUR.












