google.com, pub-1718669150125239, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Menu ✖

Mode Gelap
Bupati Bungo Melalui Dinas TPH-Bun Serahkan Bantuan Alsintan dan Motor Sampah dari Rocky Candra untuk Masyarakat Tokoh Masyarakat Rantau Pandan Minta Kejaksaan Turun Langsung Cek Program Revit di TK Pertiwi Rantau Pandan Dibangun Asal Jadi dan Pemasangan Keramik yang Berantakan Kejari Bungo gelar Pemusnahan Barang Bukti dari 52 Perkara Tindak Pidana Umum Rp 6 Miliar Proyek Pembangunan Pedestrian Jalan Sri Soedewi Muara Bungo Fantastis! Deadline Tinggal 9 Hari, Proyek Revitalisasi TK Pertiwi Rantau Pandan Dikebut secara Tergesa-gesa

BUNGO · 21 Mei 2025 14:08 WIB ·

AQUR Minta Bupati Tempatkan Da’i di Seluruh Dusun


 AQUR Minta Bupati Tempatkan Da’i di Seluruh Dusun Perbesar

MUARABUNGO,BUNGOPOST.COM – Anggota DPRD Kabupaten Bungo Abdul Qodir Umar–AQUR meminta kepada pemerintah daerah untuk menelorkan program satu da’i satu desa dan pengajian antar Magrib – Isya.

Hal ini didasari rasa keprihatinan terhadap menurunnya prestasi Kabupaten Bungo pada helatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) yang menempati peringkat terakhir dari kabupaten/kota di Provinsi Jambi serta tantangan generasi muda yang semakin berat.

Langkah Pemerintah Kabupaten Bungo menempatkan peserta MTQ berasal dari putra putri daerah adalah langkah yang sangat tepat, namun hal itu belumlah cukup, melainkan harus lebih terarah dan terencana dengan menyemarakkan syiar Islam serta menumbuhkan gererasi Al Qur’an sejak dini kepada masyarakat.

“Kita sepakat tidak ada naturalisasi, peserta MTQ dari Kabupaten Bungo mutlak dari putra putri daerah. Action nyata yang terukur juga patut dilakukan,” ucap AQUR.

Dengan adanya da’i yang bertugas di semua desa serta terselenggaranya pengajian antara Magrib – Isya, lanjut AQUR, tentu nilai-nilai agama akan semakin tersyi’ar di Kabupaten Bungo serta prestasipun bisa lebih terangkat.

“Hidupnya pembelajaran dan pengajaran Al Qur’an itu akan menelorkan regenerasi Islami serta menciptakan kehidupan damai. Inilah cikal bakal para qori dan qoriah, mufassir, khottot dan khottotoh, hafidz dan hafidzah,” jelas Abdul Qodir Umar.

Bila Pemerintah Kabupaten Bungo tidak segera bersikap, maka pendidikan agama sejak dini di lingkungan masyarakat sulit tercipta.

Pendidikan Agama Islam penting, apalagi tantangan kedepan makin besar, baik dari kemajuan teknologi dan penyalahgunaan narkoba.

“Kita tidak bisa menolak perubahan dan transpormasi teknologi. Yang bisa kita lakukan adalah filterisasi generasi dengan pendidikan agama dan pendidikan Al Qur’an,” tegas politisi Demokrat dua periode itu.

Berhubung RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) dan Renstra belum final, maka AQUR meminta kepada Bupati Terpilih H Dedy Putra untuk memasukkan dua program tersebut.

‘Saya usul, agar program ini bisa diakomodir,” pungkas Bang AQUR.

Artikel ini telah dibaca 218 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

RDP di DPRD Bungo, PT. BMA Sebut Kita Tunggu Hasil Uji LAB, Jika Terbukti Kami Siap Menerima Konsekwensi

27 Oktober 2026 - 08:30 WIB

DPRD Bungo Gelar Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Perubahan APBD 2026

27 Oktober 2026 - 04:30 WIB

Bupati Bungo Melalui Dinas TPH-Bun Serahkan Bantuan Alsintan dan Motor Sampah dari Rocky Candra untuk Masyarakat

20 Oktober 2026 - 08:38 WIB

DPRD Bungo Menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam Rangka HUT Kabupaten Bungo Ke-61

19 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Tokoh Masyarakat Rantau Pandan Minta Kejaksaan Turun Langsung Cek Program Revit di TK Pertiwi Rantau Pandan Dibangun Asal Jadi dan Pemasangan Keramik yang Berantakan

16 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Kunjungi Bupati Bungo dalam Program Fellowship, Santri Kelas VII ICBS Gali Motivasi Belajar

16 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Trending di BUNGO