MUARABUNGO,BUNGOPOST.COM _ Program revitalisasi pada satuan pendidikan TK Pertiwi Rantau Pandan yang habiskan anggaran senilai Rp.433 juta ( 433.671.000) yang bersumber dari dana APBN untuk pembangunan ruang kelas belajar ternyata melewati deadline yang sudah ditetapkan. Dimana batas waktu yang awalnya berakhir pada tanggal 11 Oktober kemarin sesuai dengan yang disampaikan kepala TK Pertiwi Rantau Pandan tersebut yang menyatakan optimis akan selesai ternyata tidak sesuai harapan.
Saat tim dari media ini turun langsung ke lokasi pembangunan masih sedang berlangsung, bahkan dikebut sampai tengah malam.
Sejumlah kalangan masyarakat kembali menuai sorotan tajam, pihaknya menilai pelaksanaan kegiatan tersebut tidak berjalan optimal dan terkesan kurang pengawasa setelah muncul mengenai dugaan ketidaksesuaian antara nilai anggaran proyek dan kondisi fisik bangunan serta hasil pekerjaan, dimana kondisi pemasangan keramik diduga asal jadi.
Berdasarkan pengecekan di lokasi selama 3 minggu lebih, media ini menemukan sejumlah pekerjaan yang dinilai tidak sesuai dengan anggaran besaran. Sejumlah penyimpangan teknis juga disebutkan, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai efisiensi pelaksanaan proyek tersebut.
Saat dimintai keterangan kepada salah satu tukang yang bernama Agus mengakui pemasangan keramik berantakan, ia menyebutkan yang memasang keramik tersebut sudah tidak bekerja lagi.
“Keramik itu yang pasangnya tukang dari Rimbo Bujang bang, katanya tukang namun hasil memasang keramik aja tidak seperti tukang, ujar Agus.”
Hasil investigasi di lapangan yang dilakukan menunjukkan bahwa revitalisasi pekerjaan TK Pertiwi tersebut diduga tidak sesuai dengan nilai anggaran yang telah ditetapkan.
Salah satu toko masyarakat setempat berharap pihak dinas terkait ataupun pihak kejaksaan turun langsung mengecek hasil pembangunan ini agar pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh demi menjamin penggunaan anggaran pendidikan yang tepat sasaran dan bermanfaat bagi peningkatan kualitas layanan sekolah.
Kepala TK Pertiwi Rantua Pandan IDA selalu penanggungjawab mengaku tetap masih optimis
Dan pengerjaan sudah sesuai standar petunjuk teknis sebutnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengawas TK di Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo belum dapat dikonfirmasi.















