Sebelum peresmian dan tabuh bedug digelar, acara diawali dengan prosesi pengukuhan serta pembaiatan dewan hakim dan panitera oleh Bupati Bungo. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh jalannya kompetisi dinilai secara objektif, jujur, dan profesional.
Kemeriahan pembukaan MTQ kali ini menyedot perhatian besar dari masyarakat. Ribuan warga tampak memadati arena utama di Rantau Pandan untuk menyaksikan rangkaian acara pembukaan. Bupati Dedy Putra memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kesuksesan panitia dan masyarakat setempat dalam menyelenggarakan acara yang dinilainya sangat semarak tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi kerja keras panitia dan tuan rumah Kecamatan Rantau Pandan. Luar biasa sekali kemeriahan malam ini, ribuan masyarakat hadir membuktikan bahwa antusiasme warga terhadap perhelatan keagamaan ini sangat tinggi. Semoga suasana hangat dan syiar Islam ini bertahan hingga penutupan nanti,” ujar Bupati Dedy Putra saat ditemui usai pembukaan.
Dalam sambutannya, Bupati juga menggarisbawahi pentingnya murni membina potensi lokal. Beliau menekankan bahwa seluruh kontingen wajib mengikutsertakan putra-putri asli dari daerahnya masing-masing tanpa mengandalkan peserta dari luar wilayah.
“Satu hal yang tegas saya ingatkan kepada seluruh camat dan kontingen: manfaatkanlah putra-putri terbaik asli dari wilayahnya masing-masing. MTQ ini adalah wadah pembinaan, bukan sekadar mengejar piala. Kita ingin melahirkan bibit-bibit penghafal dan pemikir Qur’ani yang murni tumbuh dan dibina di tanah Bungo ini,” tegasnya.
MTQ ke-53 Tingkat Kabupaten Bungo tahun ini diikuti oleh seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bungo, yakni sebanyak 17 kecamatan. Tercatat sebanyak 622 peserta beserta official ambil bagian untuk memperebutkan gelar terbaik pada 11 cabang perlombaan yang dikompetisikan.(red)











