google.com, pub-1718669150125239, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Menu

Mode Gelap
Konser Bull Unity Fest 2026 Siap Guncang Muara Bungo dengan For Revenge, Fell Koplo, dan Dongker Rumah Warga Dusun Sungai Lilin Dibongkar Maling, Uang Tunai dan Barang Berharga Lainnya Lenyap Sensus Ekonomi Dimulai, Bupati Bungo Tekankan Petugas dan Masyarakat Sampaikan Data yang Jujur dan Akurat Stok Buku Nikah Kosong, 12 Pasangan Nikah di Jujuhan Hanya Diberi Suket Pemkab Bungo Kembali Raih Opini WTP, Bupati Bungo: Jadi Motivasi Pengelolaan Keuangan Daerah yang Lebih Baik

BUNGO · 12 Feb 2026 16:50 WIB ·

Gas Elpiji 3 Kilogram Langka DPRD Bungo Menggelar Rapat bersama Pangkalan LPG dan Pihak SPBE


 Gas Elpiji 3 Kilogram Langka  DPRD Bungo Menggelar Rapat bersama Pangkalan LPG dan Pihak SPBE Perbesar

MUARABUNGO,BUNGOPOST.COM – Pole­mik kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Bungo mendapat sorotan tajam dari DPRD Kabupaten Bungo. Dalam rapat dengar pendapat yang digelar bersama sejumlah pangkalan LPG dan pihak SPBE, anggota DPRD berupaya mencari titik terang penyebab sulitnya masyarakat memperoleh gas bersubsidi tersebut.

Kelangkaan LPG 3 kg kini mulai dirasakan dampaknya oleh warga. Bahkan ditingkat pengecer, harga gas melonjak hingga mencapai Rp50 ribu per tabung. Kondisi ini dinilai sangat memberatkan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan rumah tangga, Kamis 12/02/2025.

Menanggapi permasalahan tersebut, DPRD Bungo menggelar rapat dengar pendapat dengan menghadirkan para pemilik pangkalan gas LPG serta perwakilan SPBE. Dari hasil rapat terungkap sejumlah temuan dugaan pelanggaran oleh oknum pangkalan.

Beberapa pangkalan dilaporkan tidak memasang papan merek resmi, beroperasi di kawasan perumahan, hingga diduga hanya menyalurkan setengah dari total pasokan LPG yang diterima. Selain itu, ditemukan pula pangkalan yang menjual gas kepada masyarakat dengan harga mencapai Rp25 ribu per tabung, melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

Wakil Ketua DPRD Bungo, Darwandi, bersama Ketua DPRD Bungo, Muhammad Adani, meminta dinas terkait segera melakukan penindakan tegas terhadap pangkalan yang melanggar aturan. DPRD juga mendorong pembentukan tim khusus untuk memantau distribusi LPG 3 kg agar penyalurannya tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat.

Pihak dewan menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga distribusi gas bersubsidi di Kabupaten Bungo kembali normal dan harga di tingkat masyarakat dapat terkendali.

 

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Konser Bull Unity Fest 2026 Siap Guncang Muara Bungo dengan For Revenge, Fell Koplo, dan Dongker

26 Juni 2026 - 02:58 WIB

Sunatan Massal Hari Bhayangkara ke-80, Bhabinkamtibmas Beri Dukungan Mental kepada Peserta Sunatan

23 Juni 2026 - 03:13 WIB

Ratusan Personel Polres Bungo Siap Amankan Pilrio Serentak 2026

23 Juni 2026 - 02:57 WIB

Sensus Ekonomi Dimulai, Bupati Bungo Tekankan Petugas dan Masyarakat Sampaikan Data yang Jujur dan Akurat

17 Juni 2026 - 06:48 WIB

Stok Buku Nikah Kosong, 12 Pasangan Nikah di Jujuhan Hanya Diberi Suket

11 Juni 2026 - 06:09 WIB

Polisi Respon Layanan 110 Terkait Laka di Simpang Drum Bungo yang Diduga Pengemudi Mobil Mabuk Minol

11 Juni 2026 - 02:40 WIB

Trending di BUNGO