google.com, pub-1718669150125239, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Menu

Mode Gelap
Irwansyah Bungopost Raih Nilai Tertinggi UKW Muda yang di Uji Langsung oleh Wasekjen II PWI Pusat UKW PWI Kota Jambi Sukses dan Resmi Ditutup, Sebanyak 23 Peserta Dinyatakan Kompeten Geruduk Polres Bungo dan Kantor DPRD, Ormas Gempur dan LSM Inakor Mendesak Pengusutan Keributan di Area PT. KIM KAPOLRES BUNGO BERTINDAK TEGAS! AIPDA AVIV Dipecat Tidak Hormat Bungo Darurat Kabut Asap, Sekolah Tingkat PAUD, TK, SD dan SMP Belajar secara Daring dari Rumah selama 3 Hari

BUNGO · 26 Nov 2025 12:47 WIB ·

Dinkes Bungo Menggelar acara Publikasi Stunting 2025 Dalam Rangka Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Bungo


 Dinkes Bungo Menggelar acara Publikasi Stunting 2025 Dalam Rangka Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Bungo Perbesar

MUARABUNGO,BUNGOPOST.COM – Dalam rangka pencegahan dan percepatan penurunan stunting, Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo menggelar pertemuan terkait Publikasi Stunting Kabupaten Bungo tahun anggaran 2025 pada Rabu (26/11/2025) di Aula Cempaka Kuning Bappeda.

Acara ini dibuka langsung Wakil Bupati Bungo, Tri Wahyu Hidayat dan didampingi Kadis Kesehatan Kabupaten Bungo, dr Safaruddin Matondang, serta Ketua Teknologi KTPS. Turut hadir unsur OPD, tenaga kesehatan, serta lintas sektor terkait.

Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat, selaku ketua TP3S Kabupaten Bungo menyampaikan bahwa penanganan stunting tidak boleh berjalan biasa-biasa saja. Pemerintah daerah harus bergerak cepat, tepat, dan terukur.

Sambutan Wakil Bupati Bungo

“Percepatan wajib dilakukan. Semua sektor harus terlibat, intervensi harus optimal, dan pendataan harus akurat,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo dr.Safarudin Matondang, menambahkan bahwa program MBG yang disampaikan Wakil Bupati diharapkan dapat direalisasikan penuh tahun ini karena menjadi bagian dari strategi penting dalam menekan angka stunting.

“Alhamdulillah kegiatan publikasi stunting sudah dibuka oleh Bapak Wakil Bupati. Harapan kita, upaya menurunkan stunting bisa lebih cepat melalui kolaborasi lintas sektor. Termasuk program MBG, semoga segera berjalan maksimal tahun ini,” ujarnya.

Ia menilai bahwa tantangan terbesar saat ini adalah akurasi pendataan stunting. Data yang kurang kuat dapat berpengaruh besar terhadap perhitungan program dan kebijakan intervensi.

“Kita perlu evaluasi ulang kekuatan dan ketepatan data. Pendataan yang akurat menentukan keberhasilan intervensi,” jelasnya.

Saat ini angka stunting di Kabupaten Bungo berada pada 20,4 persen, turun signifikan dari 30,7 persen pada tahun sebelumnya. Namun pemerintah tetap mematok target ambisius: 13 persen pada tahun 2026.

Safarudin menegaskan bahwa pencapaian target ini harus dilakukan melalui pendekatan holistik: penguatan layanan kesehatan ibu-anak, edukasi gizi, peningkatan sanitasi, dan pelibatan aktif masyarakat.

Selain itu, ia meyakini bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan satu sektor saja. Semua pihak, termasuk desa, posyandu, kader kesehatan, hingga keluarga harus terlibat aktif.

“Kita harus bergerak bersama, memperkuat intervensi spesifik dan sensitif, serta memastikan seluruh program berjalan serentak,” ungkapnya.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kebun Sawit Warga Dusun Perenti Luweh Mengalami Kebakaran Diduga Akibat Puntung Rokok

11 September 2026 - 22:40 WIB

Geruduk Polres Bungo dan Kantor DPRD, Ormas Gempur dan LSM Inakor Mendesak Pengusutan Keributan di Area PT. KIM

2 September 2026 - 07:15 WIB

KAPOLRES BUNGO BERTINDAK TEGAS! AIPDA AVIV Dipecat Tidak Hormat

31 Agustus 2026 - 14:55 WIB

MTQ ke-53 Tingkat Kabupaten Bungo di Kecamatan Rantau Pandan Resmi Ditutup dan Sukses Digelar

29 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Hadir Pengukuhan SMSI, Wabup Bungo Ustadz Tri Wahyu Hidayat Apresiasi Kepengurusan yang Baru Dilantik

28 Agustus 2026 - 10:58 WIB

Ketua SMSI Bungo Ucapkan Terima Kasih kepada SMPN 1 Muara Bungo atas Dukungannya

28 Agustus 2026 - 10:56 WIB

Trending di BUNGO