Menu

Mode Gelap
3 Orang Tersangka Diamankan Polres Merangin Terkait Penembakan Salah Satu Warga Margo Tabir Merangin Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bungo Berganti Ini Motif Pelaku Bunuh Korban secara Sadis serta Kronologisnya yang Membuat Kepala Korban Dibuang Secara Terpisah Segerombolan Pemuda Kedapatan Membawa Sajam Diamankan Tim Patroli Polres Bungo Pembunuh Mayat tanpa Kepala Berhasil Diringkus Polisi, Pelaku sebut Kepala Korban dalam Kantong Kresek Juga Dibuang Ke Sungai

NASIONAL · 9 Agu 2022 17:56 WIB ·

Bharada E Mengaku Dapat Perintah Dari Atasan Disuruh Tembak. Tembak, tembak!!


 Bharada E Mengaku Dapat Perintah Dari Atasan Disuruh Tembak. Tembak,  tembak!! Perbesar

JAKARTA,BUNGOPOST.COM – Kuasa Hukum Bharada E Muhammad Boerhanuddin memastikan bahwa tidak ada kejadian tembak menembak antara Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dengan Bharada E di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7/2022) lalu.

Saat wawancara di program Sapa Indonesia Malam Kompas TV, Boerhanuddin memastikan bahwa pengakuan dari kliennya tidak ada tembak-menembak saat Brigadir J tewas di rumah dinas Ferdy Sambo.

Yang sebenarnya terjadi asalah Bharada E disuruh oleh atasannya untuk menembak Brigadir J.

“Tidak terjadi tembak-menembak,” ujar Boerhanuddin, dalam wawancara di program Sapa Indonesia Malam Kompas TV.

Burhanuddin juga memastikan bahwa Bharada E mengaku ada dan melihat proses tewasnya Brigadir J atau Yoshua.

Keterangan juga ditambah bahwa ada beberapa saksi dimomen tersebut.

“Dia pas kejadian itu ada. Melihat (proses tewasnya Brigadir J), dan ada beberapa saksi. Sudah diungkapkan difakta hukum BAP,” ungkap Burhanuddin.

Menurut Muhammad Boerhanuddin, yang terjadi adalah Bharada Richard Eliezer alias Bharada E mendapatkan perintah dari atasannya untuk menembak Brigadir J.

“Iya betul dapat perintah dari atasan, disuruh tembak. ‘Tembak, tembak’ begitu,” kata Kuasa Hukum Bharada E Muhammad Boerhanuddin kepada wartawan, Senin (8/8/2022).

Menurut Boerhanuddin, hal tersebut disampaikan Bharada E melalui Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saat diperiksa oleh Timsus Kapolri.

Namun dia tak menjelaskan nama atasannya yang memerintahkan untuk menembak.

“Saya tidak bisa sebut nama, tapi dari BAP dan keterangan kepada kuasa hukum dia mendapatkan tekanan, dapat perintah untuk menembak,” ungkapnya.

Boerhanuddin menduga bahwa sosok atasan yang dimaksudkan merupakan atasan kedinasan Bharada E.

Bharada E adalah anggota Brimob yang ditugaskan menjadi sopir pribadi istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

“Kita sudah bisa reka-reka siapa atasannya. Atasan kedinasan, yang di tempat lokasinya,” pungkasnya. 

Kini Bharada E mengajukan diri untuk menjadi saksi pelaku atau justice collaborator.

Pihak pengacara menilai langkah tersebut berarti isyarat bahwa ada pelaku lain dalam kronologi kematian Brigadir J.

Menanggapi pengakuan Bharada E bahwa tidak terjadi tembak menembak, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa pihaknya nanti akan mengungkap kasus tersebut usai penyidikan yang dilakukan tim khusus (timsus) telah tuntas.

“Tunggu timsus kerja tuntas dulu,” kata Dedi Prasetyo kepada wartawan, Senin (8/8/2022).

Ia menjelaskan bahwa tim khusus yang dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo itu akan menyampaikan hasil penyidikan dengan pembuktian secara ilmiah.

“Semua akan disampaikan bila sudah selesai berdasarkan pembuktian ilmiah,” jelasnya.

Sementara itu Komisioner Komnas HAM RI M Choirul Anam mengaku belum mengetahui secara pasti apa yang disampaikan oleh kuasa hukum Bharada E.

“Kami belum tahu apa yang disebut oleh pengacara Bharada E yang baru. Tapi kami berangkat dari apa yang kami punya sendiri,” kata Anam di kantor Komnas HAM RI Jakarta Pusat pada Senin (8/8/2022).

Namun demikian, kata Anam, pihaknya memang membutuhkan permintaan keterangan sendiri terhadap Bharada E setelah pihaknya menyandingkan kesesuaian temuan yang telah didapatkannya

“Kami memang membutuhkan permintaan keterangan sendiri setelah kami menyandingkan dari kesesuaian satu dengan yang lain, satu dengan alat bukti yang lain. Karena kan perkembangan kami juga cepat,” kata Anam.

Terkini, anggota kuasa hukum Bharada E, Deolipa Yumara kembali menguak soal sosok yang memerintahkan kliennya melakukan penembakan terhadap Brigadir Yosua atau Brigadir J.

Deolipa menyatakan kalau sosok yang memerintahkan itu merupakan atasan Bharada E langsung saat bertugas.

“Ya dia diperintah oleh atasannya,” kata Deolipa saat dikonfirmasi awak media, Minggu (7/8/2022).

Kendati saat dipastikan atasannya yang dimaksud merupakan ajudan atau bukan, Deolipa dengan tegas membantah hal tersebut.

Deolipa menyatakan, kalau atasan yang dimaksud yakni atasan langsung yang dia jaga selama ini. (*)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Prajurit Kodim 0416/Bute bersama Warga Timbolasi Gotong-royong Perbaiki Jembatan Gantung

7 Juni 2024 - 15:55 WIB

Banjir Landa Ngarai Sianok Bukittinggi

4 Juni 2024 - 06:38 WIB

Jangan Coreng Institusi Polri Oleh beberapa Oknum, Masyarakat Indonesia Berharap Usut Kasus Vina Sampai Tuntas Agar Masyarakat tak Ragukan Kinerja Polisi

1 Juni 2024 - 05:39 WIB

Mall Praktek, Polres Prabumulih Tetapkan Bidan ZN Sebagai Tersangka

28 Mei 2024 - 16:20 WIB

Terkait Kasus Vina Cirebon, Mantan Kabareskrim Minta Publik Sabar dan Tak Berasumsi

21 Mei 2024 - 12:14 WIB

Ditpolairud Polda Bali Siagakan Dua Kapal dan Tiga Helikopter Amankan KTT WWF

18 Mei 2024 - 15:52 WIB

Trending di NASIONAL