Menu

Mode Gelap
Ditpolairud Polda Bali Siagakan Dua Kapal dan Tiga Helikopter Amankan KTT WWF Bupati Bungo H. Mashuri Kembali Terima Penghargaan Opini WTP dari BPK RI Gubernur Jambi Al Haris Serahkan SK PPPK Sebanyak 1.860 Peringati Hardiknas 2024, Dandim 0416/Bute : Komitmen TNI Terus Dukung Pembangunan Pendidikan Seluruh Penjuru Negeri Bupati Bungo bersama Ratusan Warga gelar Nobar Pertandingan Timnas Indonesia U-23

BUNGO · 17 Apr 2022 09:57 WIB ·

Kasus Begal di NTB, Korban Begal Amaq Sinta Apresiasi Polri Berikan Keadilan Lewat SP3


 Kasus Begal di NTB, Korban Begal Amaq Sinta Apresiasi Polri Berikan Keadilan Lewat SP3 Perbesar

NTB,BUNGOPOST.COM – Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) perkara Murtede alias Amaq Sinta seorang korban begal yang ditetapkan sebagai tersangka.

Menanggapi hal tersebut, Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKNH) Fakultas Hukum Universitas Mataram sekaligus Pengacara Amaq Sinta, Joko Jumadi menyampaikan apresiasi kepada Polri yang telah memberikan asas keadilan kepada Amaq Sinta dalam perkara tersebut.

“Kami dari BKBH Fakultas Hukum Universitas Mataram, selaku tim kuasa hukum Amaq Sinta mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Kapolri dan Kapolda NTB, yang telah melaksanakan fungsi pengawasan dan pengendalian perkara pidana,” kata Joko dalam tayangan videonya, Minggu (17/4).

Joko berpandangan bahwa, penanganan proses hukum yang dialami oleh Amaq Sinta sejak awal bergulir telah berjalan sebagaimana asas keadilan dan kemanfaatan hukum. Pasalnya, kata Joko, hal itu tercermin dengan adanya penarikan perkara itu dari Polres Lombok Tengah ke Polda NTB.

Kemudian setelah diambilalih, kata Joko, Polda NTB juga langsung melakukan gelar perkara khusus bersama dengan para ahli hukum dan memutuskan kasus yang dialami Amaq Sinta dihentikan atau SP3.

“Khususnya di kasus Amaq Sinta yang telah diambilalih kasus Amaq Sinta dari Lombok Tengah dan mengambil keputusan menghentikan kasus itu melalui SP3. Pembelajaran dari kasus ini adalah peran serta masyarakat sangat dibutuhkan di dalam penanggulangan kejahatan,” ujar Joko.

Sebelumnya, Kapolda NTB Irjen Djoko Purwanto menjelaskan dari hasil gelar perkara khusus disimpulkan bahwa peristiwa tersebut merupakan pembelaan terpaksa sebagaimana termaktub dalam Pasal 49 Ayat (1) KUHP.

“Sehingga tidak ditemukan adanya unsur perbuatan melawan hukum baik secara formil dan materiil,” kata Djoko kepada wartawan, Sabtu 16 April 2022.

Menurut Djoko, keputusan dari gelar perkara tersebut berdasarkan peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019, Pasal 30 tentang penyidikan tindak pidana bahwa penghentian penyidikan dapat dilakukan demi kepastian hukum, kemanfaatan dan keadilan.

Terkait penanganan perkara Amaq Sinta, Polda NTB dalam proses gelar perkara khusus mengedepankan asas proporsional, legalitas, akuntabilitas dan nesesitas. Dengan tujuan, terwujudnya rasa keadilan dan kemanfaatan hukum bagi masyarakat.(red)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jumiwan Aguza Mengambil Formulir Pendaftaran Bacabup di Kantor DPC PDI Perjuangan

20 Mei 2024 - 16:26 WIB

Sederhana Tapi Meriah, SMPN 5 Bungo Gelar acara Pelepasan Kelas IX dan Perpisahan Guru

17 Mei 2024 - 17:15 WIB

JUMIWAN AGUZA Hadir Dalam Acara Kopdar IX dan Halal Bihalal KLKF

13 Mei 2024 - 16:39 WIB

Pendaftaran Cakada Independen Berakhir, KPU Bungo sebut Belum Menerima Berkas Untuk Pilkada 2024 Nanti

13 Mei 2024 - 01:29 WIB

Bupati Bungo bersama Ratusan Warga gelar Nobar Pertandingan Timnas Indonesia U-23

30 April 2024 - 01:15 WIB

Polres Bungo Gelar Nobar Timnas Indonesia Pada Semi Final AFC U-23

30 April 2024 - 01:02 WIB

Trending di BUNGO